Staf pengajar di Magister Desain Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Ia dikenal memiliki kepekaan mendalam dalam membedah relasi antara ruang fisik, estetika, dan dinamika sosial masyarakat. Pengalaman risetnya yang panjang di berbagai kawasan urban Yogyakarta melahirkan pemikiran-pemikiran kritis yang segar mengenai bagaimana sebuah desain seharusnya merespons manusia dan lingkungannya.Â
Ruang digunakan setiap hari tanpa banyak dipertanyakan. Orang berjalan melewati lorong, menggunakan toilet publik, bekerja di dapur, berolahraga, berbelanja, atau berpindah dari satu area ke area lain. Selama ruang masih dapat digunakan, banyak hal yang terjadi di dalamnya tidak selalu dianggap sebagai bagian dari desain.
Rak yang terlalu tinggi membuat seseorang harus mencari cara lain untuk mengambil barang. Jalur tertentu dipilih karena terasa lebih nyaman atau lebih aman. Perubahan pencahayaan langsung terasa saat memasuki ruang. Interior yang terlalu ramai dapat membuat ruang yang ditujukan bagi perempuan justru terasa mengganggu. Pengalaman seperti ini tampak kecil. Namun, pengalaman yang sama dapat muncul berulang dalam ruang yang berbeda.
Ruang yang Mengatur: Membaca ruang dengan kritis, membaca pengalaman tersebut melalui cerita-cerita perempuan tentang ruang yang mereka gunakan sehari-hari. Yang diperhatikan bukan hanya apakah ruang terasa nyaman atau tidak nyaman, tetapi apa yang dilakukan tubuh untuk dapat terus menggunakannya. Tubuh mengubah posisi, memilih jalur, mencari tempat yang lebih sesuai, atau mengembangkan kebiasaan tertentu agar aktivitas tetap berlangsung.
Pemikiran Michel Foucault digunakan untuk melihat bagaimana kebiasaan terbentuk dan bagaimana sesuatu yang terus dilakukan dapat diterima sebagai sesuatu yang wajar. Pengalaman perempuan menjadi titik untuk melihat bagian-bagian ruang yang sebelumnya mudah dilewati.
Buku ini tidak menawarkan satu bentuk desain yang paling benar. Yang dibicarakan adalah ruang yang sudah selesai dirancang, tetapi terus digunakan oleh tubuh yang berbeda-beda. Dari pengalaman tersebut, keputusan desain dapat dilihat kembali, dipertanyakan, dan dibaca dari sisi yang sebelumnya tidak terlalu diperhatikan.